Diberdayakan oleh Blogger.

Share

Widget

Arsip Blog

24.1.13

Tips Air yang Sehat

Tips Air yang Sehat


Jernih, Tak Berwarna, Tak Berbau & Tak Berzat Kimia.

Ketersediaan dan kualitas air bersih yang higienis, menjadi harapan semua orang. Maka, banyak masyarakat yang berusaha bagaimana ia memperolah air yang bersih untuk dikonsumsi. Tujuannya, demi kesehatan dan kelangsungan hidup. Sebab, mengonsumsi air yang kurang layak kebersihannya, akan berdampak terhadap kesehatan itu sendiri.

Dan pemerintah yang wajib menyediakan akan ketersediaan air bersih, terus berupaya dalam pengadaannya melalui pembentukan badan usaha milik daerah di setup pemerintahan seperti mendirikan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM). Hal itulah yang dilaksanakan Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi, sehingga sejak lama sudah mendirikan PDAM.


Dan saat ini, pelayanannya pun terus berkembang, bagaimana agar masyarakat memperoleh air layak konsumsi. Namun, cakupannya sampat saat ini masih terbatas. Sehingga, banyak warga masyarakat terutama di perkampungan dan pedesaan, secara tradisional menggali sumur atau memanfaatkan air sungai atau air hujan untuk dikonsumsi.

Dan saat ini, bisnis air bersih yang sehat pun bertumbuh. Misalnya, bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang sangat banyak ditemui teruma di perkotaan. Dan binsis ini pun menguntungkan. Hal itu terbukti, hingga scat ini terdapat sekitar 600 merk AMDK di Indonesia. Dan makin banyak merk AMDK, akan membuat banyak pilihan bagi masyarakat. Tetapi, di sisi lain, kita dapat menjadi korban saat minuman yang kita konsumsi ternyata tidak layak sehingga berpotensi terjadinya kerusakan yang dapat menggangu kesehatan.

Idealnya, kita dapat melihat secara fisik, bahwa air yang sehat diminum adalah air yang jernih, tidak berbau dan tidak berasa. Atau pun, kalau ada yang diolah menggunakan zat kimia, air sehat memiliki kadar Ph-nya netral dan kandungan mineralnya terbatas dan secara mikrobiologi, air yang sehat tidak mengandung bahan kimia ecoli maupun salmonella. Maka, untuk mengetahui kadar maupun secara mikrobilogi, harus melalui penelitian.

Dengan hasil penelitian melalui laboratorium itulah, menjadi sebuah langkah yang dilakukan untuk menjamin air yang dikonsumsi itu sehat dan layak diminum. Maka, perlu ada tips-tips yang menjadi pertimbangan untuk memutuskan apakah air itu layak dikonsumsi atau tidak. Antara lain tips memilih minuman yang sehat, airnya tidak berwarna, jernih, tidak berlendir. ika itu minuman kemasan, kemasannya jelas ada merk atau label yang mencantumkan kandungan mineral.

Dan pastikan pula, ada mencantumkan lokasi sumber air. Dan termasuk apakah sudah memenuhi SNI. Dan pastikan juga masih tetap bersegel, tidak kadaluarsa, jelas siapa yang memproduksi yang dapat dihubungi clan bebas pengawet. Dan lebih baik lagi, jika air yang akan dikonsumsi itu produksi PDAM, jika memang belum air minum atau yang bisa langsung diminum, termasuk air sumar, air sungai atau air hujan, terlebih dahulu dimasak hingga mendidih. Kemudian, layak dikonsumsi atau diminum. (ren).

Cara Berhemat Air di Rumah

Cara hemat air di rumah merupakan salah satu solusi dalam menghadapi krisis air bersih yang semakin hari semakin kita rasakan terutama di kota-kota besar.

Dengan menghemat pemakaian air di rumah selain hemat uang juga menjadi langkah bijak bagi lingkungan hidup terutama demi ketersediaan air bersih yang semakin sulit dan berkurang karena semakin tingginya tingkat pencemaran air dan berkurangnya air yang terserap kembali ke dalam tanah.

Untuk daerah yang masih mengandalkan air tanah sebagai sumber utama air bersih, hemat air berarti juga mengurangi konsumsi air tanah yang jika dieksploitasi berlebihan dapat mengakibatkan penurunan permukaan tanah sebagai mana terjadi di Jakarta.

Ada beberapa cara mudah yang dapat dilakukan untuk menghemat air di rumah. Kiat-kiat hemat air itu diantaranya adalah:

Matikan keran saat sedang menggosok gigi. Membiarkan keran terbuka 1 menit sama saja dengan membiarkan 9 liter air terbuang percuma. Akan lebih hemat lagi jika menggunakan gelas sehingga air tidak mengucur terus menerus.

Jika mungkin, mandilah dengan menggunakan shower. Mandi dengan shower 3 kali lebih hemat air daripada mandi dengan gayung.

Segera perbaiki keran yang bocor. Keran bocor bisa membuang air bersih hingga 13 liter air per hari.
Gunakan kloset yang mengunakan dua sistem pembilasan air. Setiap sistem pembilasan bekerja sesuai dengan volume air yang dikeluarkan. Bila kloset hanya digunakan untuk buang air kecil, gunakan pembilasan dengan volume kecil yang tentunya lebih hemat konsumsi air.

Pilihlah jenis mesin cuci yang hanya membutuhkan sedikit air.

Jika minum air memakai gelas, isilah gelas dengan secukupnya sehingga air habis terminum seluruhnya. Hindari meminum air hanya separuh gelas atau tidak menghabiskan air minum dalam kemasan plastik.
Letakkan sebuah ember atau tempat penampungan dibawah kran wudhu, air yang tertampung selama berwudhu bisa digunakan untuk membersih kamar mandi, WC, atau untuk menyiram tanaman.

Gunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman. Selain hemat, air bekas cucian sayur, buah dan daging ternyata bisa menyuburkan tanaman.

Jika mungkin, hindari penggunaan selang. Gunakan kaleng penyiram tanaman atau ember untuk mencuci mobil.

Siramlah tanaman di sore atau pagi hari agar air mudah meresap ke dalam akar. Penyiraman pada siang hari hanya membuat air menguap percuma.

Buatlah lubang-lubang biopori di taman atau di sekitar rumah. Lubang ini membantu mempercepat proses penyerapan air ke dalam tanah, sehingga dapat mengurangi jumlah air yang menguap bebas ke alam.