Diberdayakan oleh Blogger.

Share

Widget

Arsip Blog

20.6.13

Kata “Tweet” Kini Diakui Sebagai Bagian dari Bahasa Inggris

Perkembangan teknologi terkadang memaksa bahasa formal untuk beradaptasi dengan perubahan yang dibawa oleh teknologi. Misalnya saja kata-kata seperti televisi, telepon, atau laptop, lahir akibat perkembangan teknologi yang kemudian dibakukan menjadi bahasa formal. Menyusul Google yang sudah diakui oleh kamus Merriam-Webster, Twitter kini boleh berbangga karena kata “tweet” yang dipopulerkan oleh layanannya kini juga diakui oleh kamus Oxford English Dictionary yang juga tak kalah prestisius.
Melalui publikasi di situs resminya, Oxford English Dictionary mengumumkan penambahan 2.875 kata dan terminologi baru yang ditambahkan ke dalam kamusnya. Kini di kamus Oxford English Dictionary, kata “tweet” memiliki arti “mengirimkan pesan atau informasi pada [layanan] Twitter”. Selain kata “tweet”, kata “follow” kini juga memiliki arti “mengikuti aktivitas atau pos (seseorang atau sebuah grup) dengan berlangganan akun mereka di situs media sosial atau sebuah aplikasi”.
Menurut situs HNGN, penyertaan kata “tweet” ini sebenarnya melanggar peraturan dari Oxford English Dictionary yang menyatakan bahwa sebuah kata harus sudah digunakan selama sepuluh tahun sebelum bisa ditambahkan ke dalam kamus. Kata “tweet” dengan makna sebagai bagian dari aktivitas jejaring sosial Twitter baru berumur tujuh tahun pada bulan Maret lalu.
Beberapa kata lain yang menjadi populer akibat perkembangan teknologi informasi juga masuk ke pembaruan kamus Oxford English Dictionary edisi Juni 2013 ini. Diantara kata-kata tersebut adalah kata “crowdsourcing”, “e-readers”, dan “3D printer”. Daftar lengkap pembaruan kamus Oxford English Dictionary dapat dilihat di tautan ini.

Sumber: Oxford English Dictionary via HNGN.